Mmm…menarik nafas dalam-dalam. Mengenang banyak ingatan. Di sesayup kenangan yang tersimpan. Semakin di kenang, semakin ingin pulang pada saat-saat silam. Rindu dulu, begitulah adikku.
Yah, dunia banyak berubah. Kitapun semakin merasakannya. Bukan hanya teknologi dengan segala ancamannya, peluangpun sebenarnya semakin luas. Perkara mendatang kita turut berada sekaligus bertanggung jawab di atas segalanya. Setidaknya sekedar untuk diri sendiri. Tapi adikku, kita terlanjur tahu. Bahwa hidup ini bukan hanya untuk diri sendiri. Kita berhadapan dengan tugas sejarah yang semakin banyak.
Entahlah adikku. Di tut-tut keyboard komputer ini kutuliskan langsung, sekedar berbagi kebingungan ini. Sembari menitip beban kepada kalian semuanya. Cepatlah besar adikku. Banyak kerja menantimu.
Rindu Dulu
Semacam rindu dulu. Itulah yang terlintas kini. Ingin masa-masa dulu, seperti usiamu hari ini dengan segala kemelimpahan potensi, serasa ingin ia hadir kembali.
Ya begitulah. Cukuplah itu dulu. Ingin ku dengar banyak kabar gembira geliat dakwah Islam di remajamu. Ingin juga ia sampai di pelosok nagari yang terpencil jauh darimu. Seperti juga orang-orang terdahulu pernah berbuat suatu menakjubkan, bahkan dia sendiri heran tentang kemampuannya yang melebihi dari apa sangkaannya.
Sudahlah. Apa kabar adikku. Sekedar bertanya tidaklah cukup, mungkin.
DIarsipkan di bawah: Kaderisasi, Kegiatan, Payakumbuh
hmm… berkarya untuak nagari….!!!
Rindu akan kebersamaan
air mata pun tak terbendung saat kan berpisah dengan teman-teman dari tiap DPD saat RADAR 3 lalu
yupz…
mulut tak sanggup berkata-kata kala bayangan perpisahan itu muncul. satu tahun bersama ternyata amat lah singkat,…
ada pertemuan,ada perpisahan,
itu pasti…
tapi, setiap detik di Assalam akan selalu ada di hati..
teman-teman DPP 89, jangan pernah putus asa, jarak tak kan sanggup memisahkan kita…
karena kita adalah keluarga….