Ba’da MUBES ASSALAM XII
Alhamdulillaah, MUBES XII ASSALAM Sumbar telah terlaksana dengan lancar. berdasarkan hasil MUBES XII, terpilih TAUFIK ISMED (ex-pengurus DPD Padang) sebagai KETUA UMUM DPP ASSALAM Sumbar dan Muthmainnah Shodri (ex-pengurus DPD Payakumbuh) sebagai KETUA KEPUTRIAN DPP ASSALAM Sumbar.
Semoga amanah ini bisa dijalankan dengan baik. Insya Allah juga akan ditetapkan kepengurusan DPP ASSALAM Sumbar perode 2011/2012.
Ketika Aktivis Mengeluh…!!
Menjadi aktivis dakwah itu enak. Bisa selalu sibuk, semua kegiatannya merupakan hal-hal yang diridhai Allah, banyak teman bahkan banyak saudara yang siap saling membantu dalam kebaikan dan takwa.
Ahmad, sebut saja namanya begitu, tidak setuju dengan pendapat saya. Menurutnya, menjadi aktivis itu melelahkan. Mengurus kuliah saja sudah menguras waktu dan tenaga, bagaimana pula jika ditambah mengurusi dakwah yang kegiatannya 24 jam sehari, tujuh hari sepekan?
Saya jawab, cinta membuat semua kesibukan itu terasa mengasyikkan. Tanpa cinta, upaya yang menghabiskan waktu dan tenaga memang terasa melelahkan. Dengan cinta, segala keletihan berubah menjadi keasyikan. Semakin keras berupaya, semakin asyik rasanya. Seperti naik roller coaster atau arung jeram, semakin menantang semakin diminati.
Badrun, juga bukan nama sebenarnya, tidak setuju dengan pendapat saya. Menurutnya, cinta itu mudah datang dan pergi. Kadang kita aktif dengan penuh semangat dan cinta, kemudian esoknya menjadi sangat malas dan bosan.
Saya jawab, itu namanya bukan cinta tetapi mood. Orang yang mud-mudan (moody) memang cepat berubah-ubah. Seperti bandul pendulum. Kadang mengayun ke kanan menjadi sangat rajin berdakwah. Sebentar kemudian minatnya menurun, sampai ke sudut kiri, terjerumus dalam dosa-dosa. Kemudian menyesal, kembali aktif, kemudian bosan, kembali malas dan seterusnya. Saya katakan, obat bagi orang yang moody adalah disiplin dalam arti ‘memaksakan diri’. Jangan ikuti kemalasan. Lawan kemalasan itu, kalau perlu bunuh dan gali kuburan buatnya dalam-dalam. Lalu paksakan diri untuk kembali aktif.
Kata Tarman, tidak bisa menikmati dakwah kalau caranya harus dengan memaksa diri begitu.
Saya jawab, orang-orang yang sedang ber-mood negatif memang harus mengabaikan aspek kenikmatan atau keasyikan pada awal aktifitasnya. Cukup menyadari bahwa dakwah ini adalahwajib, lalu paksakan diri. Sebentar kemudian, insya Allah, rasa malas itu akan hilang; bisa jadi karena menyaksikan sahabat yang berjuang keras, atau memandang wajah ceria anak-anak yatim yang menerima santunan, atau ketika pengurus masjid mengucapkan terima kasih sambil mendoakan kebaikan dengan tulus. Paksakan diri untuk langkah pertama, insya Allah langkah-langkah berikutnya menjadi nikmat dengan ridhaNya. Percaya dan coba sajalah. In ahsantum, ahsantum lianfusikum, jika kamu berbuat baik, maka sebenarnya kamu sedang berbuat baik untuk dirimu sendiri… (QS Al Isra’: 7)
Tsaurah, juga bukan nama sebenarnya, setuju dengan pendapat saya, tetapi ia nyeletuk,”Ada masanya kita kecewa dengan dakwah. Meski sebenarnya kita sangat mencintai dakwah, beberapa hal terasa sangat mengecewakan. Misalnya ketika dakwah tampak dikemudikan menuju arah yang keliru.”
Saya katakan, munculnya kekecewaan setelah cinta yang menggelora merupakan saat-saat ujian komitmen, ujian kesetiaan. Banyak orang diberi karunia sehingga bisa jatuh cinta kepada dakwah, tetapi tidak sanggup mempertahankan cintanya ketika kekecewaan atau kecemburuan datang.
Aktif berdakwah ketika sedang jatuh cinta adalah wajar, tetap aktif meski sedang dilanda kekecewaan dan kemarahan barulah pertanda kesetiaan yang tinggi. Inilah komitmen, dan inilah yang insya Allah bisa menjaga ke-istiqamah-an. Allah sangat memuji kesetiaan sehingga berfirman: “Sesungguhnya orang yang berjanji setia kepadamu adalah orang-orang yang berjanji setia kepada Allah, Tangan Allah berada di atas tangan mereka.” (QS Al Fath :10)
Saya tambahkan lagi, kekecewaan yang menimpa para pecinta dakwah bisa juga disebabkan oleh tuntutan perfeksionis dari sang aktivis. Maunya serba sempurna, ya sempurna ajarannya, ya sempurna jalannya, sempurna juga semua penyeru/aktivisnya. Ketika ia mendapati beberapa aktivis ternyata tidak sempurna, menjadi kecewalah hatinya lalu ia mengundurkan diri dari harum semerbaknya jalan dakwah. Perfeksionisme sendiri bisa diibaratkan pedang bermata dua. Satu sisinya merupakan pelecut motivasi membakar semangat untuk berdakwah habis-habisan, sisi lainnya merupakan kritikus sadis yang dengan pedas mengatakan bahwa tanpa kesempurnaan, seluruh rangkaian dakwah hanyalah kekonyolan yang sia-sia saja.
Juhdi, juga bukan nama sebenarnya, bertanya, “Bagaimana cara agar kita tidak menjadi aktivis romantis yang hanya aktif ketika sedang mood? Bagaimana supaya kita tetap berkomitmen sepanjang hayat dan tidak mudah berhenti ketika kecewa?”
Saya katakan, dakwah adalah kesatuan kata dan perbuatan. Kita tidak bisa memilih salah satu dari kedua hal tersebut. Jika seseorang hanya aktif dalam dakwah perkataan, sebentar kemudian ia akan merasa bahwa dirinya tidak lebih dari penjual obat di pinggir jalan. Sebaliknya jika seseorang hanya beramal tanpa mau mengajak dengan lisannya, lama-lama ia merasa jenuh seolah dirinya telah berbuat melebihi para ustadz yang `hanya’ berteriak-teriak saja. Ia merasa telah cukup melakukan amal-amalnya, tidak merasa dituntut untuk meningkatkannya lebih baik lagi. Tidak jarang kemudian mereka bermalas-malasan dengan alasan: kan saya bukan ustadz. Para ustadz tuh yang harus selalu tampil baik agar tidak mengecewakan umat…. sedangkan saya kan orang biasa. Hanya dengan menyatukan aktifitas dalam kata dan perbuatan insya Allah komitmen selalu terjaga.
Hamid, juga bukan nama sebenarnya, menyangkal. Menurutnya, sekarang banyak aktivis yang meski giat berkata dan berbuat ternyata tidak tahan ketika dunia menghampirinya. Biasanya setelah menduduki sebuah kursi jabatan atau berhasil menjadi pengusaha sukses, sang aktivis menjelma menjadi penghamba dunia yang hobinya pamer mobil bagus, gadget mahal, rumah gedongan, dan berburu atribut-atribut duniawi lainnya.
Saya balik bertanya, mengapa Hamid menjadikan pencapaian duniawi sebagai tolok ukur menurunnya komitmen dakwah seseorang? Seharusnya kita melihat kinerja, bukan sekedar penampilan duniawi. Tidak ada salahnya seorang da’i yang dulu pengguna angkutan umum sekarang kemana-mana naik unta merah metalik, apalagi jika hal itu membuatnya lebih produktif. Tidak mengapa seorang ustadz membawa-bawa gadget keren, jika gadget tersebut membuat jadwal dan presentasi dakwahnya semakin sistematis dan berkah. Merupakan kebaikan jika aktivis memiliki rumah besar sehingga acara recruitment tidak perlu menyewa vila di luar kota yang jauh, melelahkan dan sulit dijangkau.
Kholid, juga bukan nama sebenarnya, ikut urun rembug. Ia berkata bahwa dakwah pada masa sekarang terasa kurang menyentuh hati. Rasanya kering dan gersang. Kalau dulu liqa’ di hamparan karpet hijau sederhana dengan air putih dan roti kering atau penganan sekedarnya terasa bagai siraman air surga, sekarang pertemuan di rumah mewah dengan sajian enak-enak dan presentasi canggih hanya terasa formal dan hambar mirip meeting kantor atau arisan sebuah perkumpulan.
Saya jawab, seharusnya kita memiliki komitmen yang dinamis. Dakwah memiliki masa-masa yang berbeda, ada masanya penuh ujian yang berat, ada pula masanya dakwah ini dibanjiri ghanimah melimpah dari segala arah. Yang penting tetap dalam komitmen kepada Allah, tetaplah menjadikan dunia itu sebagai sarana di tangan, jangan sampai ia merasuk ke dalam hati. Bukankah para Rasul juga berbeda-beda? Ada Nuh `alaihis salaam yang sedikit pengikut, ada Sulaiman `alaihis salaam yang menjadi raja segala makhluk, ada Isa Al Masih `alaihis salaam yang seumur hidup dikejar-kejar dan ada pula Muhammad shalallahu `alaihi wa sallam yang sukses gemilang tetapi tetap mengencangkan sabuknya karena lapar. Komitmen yang statis hanya cocok untuk satu corak ujian saja, komitmen yang dinamis bisa mengatasi ujian dalam semua coraknya.
Daridin, juga bukan nama sebenarnya, yang semula diam menyimak rupanya tertarik untuk nimbrung. “Dimana kita bisa bertemu dengan aktivis sesuai gambaran tadi? Penuh cinta, tidak mud-mudan, selalu berkomitmen dan bisa dinamis mengikuti naik-turunnya dakwah di panggung kehidupan?”
Saya tertegun sebentar, kemudian menjawab pelan. Di luar sana ada beberapa tokoh yang bisa kita sebut, tetapi kita tidak perlu menyebut mereka satu persatu. Seharusnya kita menghadapkan telunjuk kepada diri kita sendiri. Meski kita adalah orang baru dalam dakwah ini, meski kita baru belajar membaca dan menulis sambil belajar menyampaikan dakwah semampunya, tetapi insya Allah inilah calon-calon aktivis dengan berbagai kriteria tersebut, Bismillaah.
Ajang Ukhuwah dan Evaluasi
Ukhuwah telah terbina
ikatan semakin kuat
amanah di depan mata
musyawarah demi keberlangsungan terikat
MUSYAWARAH BESAR (MUBES) XII DPP ASSALAM SUMBAR 2011
Padang, 15-17 Juli 2011
Informasi lebih lanjut, Silakan hubungi MPP DPP atau DPP ASSALAM Sumbar
Peliharalah Dirimu Wahai Wanita Muslimah
Jeritan wanita barat dan kekagumannya kepada wanita Muslimah…..
Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.
Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam. (lagi…)
Hasil Try Out SNMPTN
Alhamdulillaah..
Hasil TO SNMPTN yang diadakan DPP ASSALAM Sumbar beberapa waktu lalu di Payakumbuh, bisa dilihat di sini
Terus semangat dan kerja keras ya…
Romansa Aktivis Dakwah
Oleh: Izzatul Mujahidah
“Anakah yang ke-GR-an atau memang seperti itu sikapnya pada semua akhwat?” Tanya seorang saudara seperjuangan ketika bertutur tentang masalah yang tengah dihadapinya.
Semua bermula dari perhatian yang tak wajar, panggilan yang tak biasa, sikap yang berbeda dari seorang ikhwan. Setidaknya itulah yang dirasakannya. Kebersamaan yang terus-menerus, amanah yang hampir selalu sama membuat perjumpaan dan interaksi yang tak terelakkan. Tiga tahun adalah cukup bagi sang akhwat untuk memahami sang tambatan hati.
Interaksi yang cair antara keduanya membuat percik-percik rasa dalam diri sang akhwat semakin membuncah. “dia selalu mencari perhatian ana, hampir setiap acara dimana kami sama-sama menjadi panitia sikapnya selalu membuat ana merasa bahwa diapun memiliki rasa yang sama.” Lanjutnya.
Pada kesempatan lain dan orang yang berbeda, (lagi…)
Ikhtilat Aktivis Dakwah, Kenapa Bisa Terjadi…???
Seorang penyair berkata:
Setiap kejadian berawal dari pandangan
dan api yang besar itu berasal dari percikan bunga api yang dianggap kecil
Berapa banyak pandangan mata itu
mencapai kehati pemiliknya
seperti busur dan tali busurnya
Selama seseorang hamba membolak-balikkan
pandangannya menatap manusia,
dia berdiri di atas bahaya
pandangan adalah kesenangan yang membinasakan,
hunjaman yang memudharatkan.”
(Ad-Da’u wad Dawa’, hal. 234).
Setiap manusia, ikhwan akhwat ataupun manusia biasa, pasti akan mengalami tiga jenis ujian dalam hidupnya. Meski kadarnya berbeda – beda bagi setiap orang. Lawan jenis, harta dunia dan status sosial. Ketiga jenis ujian inilah yang akan menjadi siklus tetap ujian bagi manusia. Sampai kapan ia akan terlepas dari ujian ini ? jawabnya adalah tatkala manusia itu telah menghembusan nafas terakhirnya.
Saat syetan sudah mulai putus asa, (lagi…)
Pahlawan Kolektif
Pada umumnya setiap perlawanan terhadap suatu tiran akan menghadapi apa yang disebut perjuangan. Perlawanan yang berhasil mencapai tujuannya adalah membutuhkan perjuangan yang terus-menerus, atau biasa disebut sustainable/istimror. Di setiap perjuangan pasti membutuhkan para pejuang atau biasa disebut pahlawan. Mereka adalah orang-orang yang menjadi penggerak roda perjuangan. Mereka berjuang tanpa kenal lelah hingga perlawanan tersebut tiba pada tujuannya.
Namun, sudah menjadi keumuman bahwa kita mengenal para pahlawan di setiap perlawanan hanya beberapa gelintir saja. Contoh saja perlawanan kemerdekaan Indonesia. Tak banyak nama yang terabadikan lewat buku-buku sejarah. Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Tuanku Imam Bonjol, Kapitan Pattimura hingga perlawanan Jenderal Soedirman. Memang mereka telah banyak berjasa untuk memerdekaan negeri ini dari tirani dan penjajahan. Semoga amal dan perjuangan (saya lebih menyukai untuk menggunakan kata ‘jihad’) mereka menjadi tiket kilat ke syurga.
Namun di balik itu semua, perjuangan mereka tidak akan berhasil sampai negeri kita merdeka tanpa dukungan pasukan yang kuat. (lagi…)
Motivasi beramal
Semua orang ingin mendapatkan kebahagiaan didunis dan akhirat. Bahagia adalah buah dari sebuah dan keridhaan allah. Namun sebelum memetik buah atau hasil kebahagiaan tersebut orang harus mulai menanam. Tanaman itu merupakan tanaman amal kebaikan. Tanaman yang baik akan menghasilkan buah yang baik. Tanaman yang memilki akar yang kuat maka akan membuat tanaman lebih subur.
Semua petani amal dapat memetik buah yang sama yaitu seperti setiap akhir bulan orang mendapatkan gaji. Jika kita lihat motif apa seseorang mau bekerja dan berusaha untuk mendapatkan gaji pasti beragam. Motif mereka antara lain seperti ini ; karena untuk mencari makan semata, atau karena ingin membeli HP baru. Atau untuk memuaskan keinginannya untuk berfoya-foya. Tetapi ada juga yang memilki motivasi karena rasa tanggung jawab sebagai kepala keluarga yang diperintahkan oleh agama. (lagi…)
Assalam News
Dalam waktu dekat ini I_ALLAH ada beberapa kegiatan yg akan diangkatkan baik oleh DPP Assalam Sumbar, maupun Oleh DPD Assalam di beberapa daerah.
Saat ini ada beberapa kegiatan yang terdata yaitu:
1. MUSPA (Musyawarah Pusat) ASSALAM SUMBAR
Acara ini I_ALLAH akan dilaksanakan pada tanggal 18,19,20 Februari 2011 bertempat di BLPT LB Lintah Padang (dalam konfirmasi) acara MUSPA ini diharapkan akan menghasilkan keputusan yang lebih baik untuk perkembangan ASSALAM SUMBAR kedepan,
2. MUSDA (Musyawarah Daerah) DPD ASSALAM Sijunjung
acara ini I_ALLAH akan dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2011 setelah MUSDA ini diharapkan ASSALAM DPD Sijunjung mampu bangkit kembali sehingga menjadi organisasi yang diperhitungkan di Kota Sijunjung I_ALLAH,
3. RADAR 1 (Training Dasar 1) DPD ASSALAM Bukittinggi
Setelah didirikan 1 bulan yang lalu DPD ASSALAM Bukittinggi langsung merencanakan untuk mengangkatkan agenda kaderisasi yaitu RADAR 1 yang dilaksanakan pada tanggal 12-13 Februari 2011 yang bertempat di Aula SMAN 1 Bukittinggi. Bentuk acara yaitu, pada hari pertama akan dilaksanakan training dalam ruangan (berupa materi) dan pada hari kedua akan dilaksanaka Outbound Training
4. RADAR 2 (Training Dasar 2) DPD ASSALAM Pesisir Selatan
Acara ini I_ALLAH akan dilaksanakan pada tanggal 12-13 Februari 2011 yang bertempat di Aula Puskesmas Batang Kapas, Kec. Batang Kapas, Kab. Pesisir Selatan. Mudah-mudahan acara ini dapat berjalan dengan baik sehingga dapat menghasilkan Kader-kader tangguh yang siap melaksanakan agenda dakwah kapanpun dan dimanapun I_ALLAH
5. Upgrading Pengurus DPD ASSALAM Payakumbuh
Setelah menyelesaikan MUSDA dan pembentukan pengurus baru-baru ini, maka I_ALLAH DPD ASSALAM Payakumbuh akan melaksanakan acara Upgrading pengurus pada tanggal 13 Februari 2011, dengan tujuan untuk meng upgrade pengurus yang baru agar kelak mereka dapat melaksanakan amanahnya dengan baik I_ALLAH,
6. Comingsoon MUSDA (Musyawarah Daerah) DPD ASSALAM Agam
Setelah selesai mengangkatkan acara RADAR 2 baru-baru ini maka I_ALLAH DPD ASSALAM Kab. Agam akan segera melaksanakan acara MUSDA dalam waktu dekat ini (kemungkinan besar setelah selesai MUSPA)
Komentar Terakhir